Pacaran Sudah 8 Tahun? Belum Tentu Jadi Menikah!
Wahhhh, sudah lama tidak berkunjung ke blog milik sendiri.
Rasa kangen untuk mencurahkan isi hati disini sedikit terobati ketika jari-jari ini menghentakkan satu persatu tombol keyboard (hahaha lebay banget sih).
Saat ini aku kembali menulis untuk berbagi keluh kesah dan mengajak teman-teman semua untuk memberi masukkan atau berbagi informasi. Sesuai judul yang aku tulis, kalian pasti bisa langsung tau apa yang sedang aku rasain saat ini. YAP! Bener banget, aku lagi galau (halah wkwk). Tapi galau yang kali ini sangat beda nih temen-temen, aku nggak lagi diselingkuhin, dibohongin atau ditinggalin pasangan (amit-amit). Aku yakin pasti juga banyak teman-teman yang pernah, sedang dan mungkin akan merasakan hal-hal yang aku alami saat ini.
Di tahun 2019 ini, aku dan pasanganku sudah menjalin hubungan “pacaran” selama kurang lebih delapan tahun. Kami berdua berencana untuk membawa hubungan “pacaran” ini ke jenjang yang lebih serius lagi (yaiyalah ya, mau sampe kapan pacaran terus). Bahkan beberapa bulan terakhir, kami sudah mengumpulkan berbagai informasi tentang persiapan pernikahan. Tapi temen-temen, rencana dan niat baik kita ini belum bisa berjalan mulus. Loh KENAPA? Padahalkan baru NIAT/RENCANAnya saja kan, belum actionnya loh.... Santai aja kali.....
Hal ini dilatar belakangi dengan suku dan agama kita yang berbeda. Puji Tuhan aku lahir didunia ini dan dibesarkan oleh keluarga besar Jawa dengan didikan agama Katolik, dan Puji Tuhan juga pasangan aku lahir ke dunia ini dan dibesarkan oleh keluarga besar Batak dengan didikan agama Kristen Protestan. Mungkin beberapa dari temen-temen bisa hadapin dan tetap tenang, adem ayem, dan damai sentosa jalanin hubungan dalam kondisi seperti. Tapi karena aku orangnya cenderung apa-apa dipikirin, trus otomatis kepikiran, dan jadi kebayang-bayang selalu (hehehehe). Hal ini sangat menjadi beban pikiran dan bahkan aku sempat pupus harapan untuk terus jalanin hubungan dengan pasangan aku (parah banget ya, gampang banget nyerah. Tapi asli ini tuh berat banget gengs) :'(
Namun, beruntungnya aku karena memiliki pasangan yang sabar dan terus optimis. Selalu berfikiran positif dan selalu menyemangati aku untuk kuat menghadapi semua rintangan yang sedang dan akan kita lalui. Dari sikap dan supportnya ini, aku jadi belajar menghargai perbedaan yang ada sambil terus memikirkan jalan keluar atau solusi terbaik yang akan kita ambil. Nggak kebayang kalau pasanganku ini memiliki ego yang tinggi, pastinya hubungan kita yang sudah berjalan 8 tahun ini bisa putus sia-sia ditengah jalan.
Sampai saat ini, kita berdua masih mencari winwin solution supaya tidak ada salah satu pihak yang merasa dibebankan dan dirugikan.
Mohon doa juga ya dari teman-teman semua :)
Salam Bahagia.
Brendabrindut
Rasa kangen untuk mencurahkan isi hati disini sedikit terobati ketika jari-jari ini menghentakkan satu persatu tombol keyboard (hahaha lebay banget sih).
Saat ini aku kembali menulis untuk berbagi keluh kesah dan mengajak teman-teman semua untuk memberi masukkan atau berbagi informasi. Sesuai judul yang aku tulis, kalian pasti bisa langsung tau apa yang sedang aku rasain saat ini. YAP! Bener banget, aku lagi galau (halah wkwk). Tapi galau yang kali ini sangat beda nih temen-temen, aku nggak lagi diselingkuhin, dibohongin atau ditinggalin pasangan (amit-amit). Aku yakin pasti juga banyak teman-teman yang pernah, sedang dan mungkin akan merasakan hal-hal yang aku alami saat ini.
Di tahun 2019 ini, aku dan pasanganku sudah menjalin hubungan “pacaran” selama kurang lebih delapan tahun. Kami berdua berencana untuk membawa hubungan “pacaran” ini ke jenjang yang lebih serius lagi (yaiyalah ya, mau sampe kapan pacaran terus). Bahkan beberapa bulan terakhir, kami sudah mengumpulkan berbagai informasi tentang persiapan pernikahan. Tapi temen-temen, rencana dan niat baik kita ini belum bisa berjalan mulus. Loh KENAPA? Padahalkan baru NIAT/RENCANAnya saja kan, belum actionnya loh.... Santai aja kali.....
Hal ini dilatar belakangi dengan suku dan agama kita yang berbeda. Puji Tuhan aku lahir didunia ini dan dibesarkan oleh keluarga besar Jawa dengan didikan agama Katolik, dan Puji Tuhan juga pasangan aku lahir ke dunia ini dan dibesarkan oleh keluarga besar Batak dengan didikan agama Kristen Protestan. Mungkin beberapa dari temen-temen bisa hadapin dan tetap tenang, adem ayem, dan damai sentosa jalanin hubungan dalam kondisi seperti. Tapi karena aku orangnya cenderung apa-apa dipikirin, trus otomatis kepikiran, dan jadi kebayang-bayang selalu (hehehehe). Hal ini sangat menjadi beban pikiran dan bahkan aku sempat pupus harapan untuk terus jalanin hubungan dengan pasangan aku (parah banget ya, gampang banget nyerah. Tapi asli ini tuh berat banget gengs) :'(
Namun, beruntungnya aku karena memiliki pasangan yang sabar dan terus optimis. Selalu berfikiran positif dan selalu menyemangati aku untuk kuat menghadapi semua rintangan yang sedang dan akan kita lalui. Dari sikap dan supportnya ini, aku jadi belajar menghargai perbedaan yang ada sambil terus memikirkan jalan keluar atau solusi terbaik yang akan kita ambil. Nggak kebayang kalau pasanganku ini memiliki ego yang tinggi, pastinya hubungan kita yang sudah berjalan 8 tahun ini bisa putus sia-sia ditengah jalan.
Sampai saat ini, kita berdua masih mencari winwin solution supaya tidak ada salah satu pihak yang merasa dibebankan dan dirugikan.
Mohon doa juga ya dari teman-teman semua :)
Salam Bahagia.
Brendabrindut
Komentar
Posting Komentar